bachri.com logo
bachri.com logo
get_template_part(‘content’, get_post_format() );endwhile the_post_pagination(); 2 Cara Mudah Membuat Bot Telegram Tanpa Koding

2 Cara Mudah Membuat Bot Telegram Tanpa Koding

 

Cara membuat bot di aplikasi Telegram ternyata tidak perlu langkah rumit dan kompleks seperti permograman atau koding seperti saat membuat website atau blog. Dengan menggunakan fitur-fitur yang telah tersedia seperti ManyBot dan BotFather serta melakukan langkah-langkah sederhana, anda sudah bisa membuat bot yang cukup fungsional.

Pengguna Telegram seharusnya tidak asing lagi dengan istilah bot, namun untuk memperjelas apa itu bot? Bot sendiri adalah aplikasi tambahan dengan berbagai fungsi tersendiri yang bisa dimanfaatkan dan diatur oleh pengguna.

Cara Membuat Bot Telegram Mudah & Sederhana

Berikut langkah mudah dan sederhana untuk membuat bot di Telegram:

 

Siapkan Channel Telegram

Sebelum menuju cara membuat bot telegram, siapkan terlebih dahulu saluran atau channel Telegram dengan cara berikut ini:

  • Pilih ikon pensil di bagian bawah kanan pada aplikasi telegram
  • Pilih “Saluran Baru” / “New Channel”
  • Pilih “Create Channel” / “Buat Saluran”
  • Masukkan nama dan deskripsi channel/saluran
  • Tambahkan display picture channel Telegram
  • Tentukan tipe channel apakah Public Channel atau Private Channel
  • Tentukan link dari channel/saluran
  • Tambahkan member channel/saluran

Apabila tipe channel adalah public channel / saluran publik, pengguna lain dapat menemukannya menggunakan kotak pencarian. Namun apabila diatur menjadi private channel/saluran pribadi, pengguna memerlukan tautan undangan untuk bergabung.

 

Gunakan Manybot & BotFather

 

Gunakan Manybot

Dengan menggunakan manybot kita dapat mengetahui apa saja langkah serta fungsi yang bisa kita buat. Berikut cara menggunakan manybot:

  • Ketikan manybot di bagian search dan ketuk untuk membukanya
  • Klik Start untuk memulai
  • Klik /addbot atau klik pada tombol “Create a New Bot” 
  • Akan muncul apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat bot

Gunakan Botfather

Setelah langkah diatas, akan muncul langkah apa saja yang harus dilakukan, terutama anda akan disarankan untuk menggunakan BotFather. Berikut langkah selanjutnya:

  • Klik pada username @BotFather yang muncul di manybot
  • Setelah masuk ke dialog chat, klik Start untuk memulai
  • Klik pada link /newbot untuk membuat bot baru
  • Ketik nama bot anda minimal 5 karakter dan maksimal 32 karakter, sebagai aturan nama bot harus diakhiri dengan sufiks -bot, misalnya “testingbot”
  • Setelah itu anda akan menerima Token API HTTP yang berfunsgi untuk mengontrol bot yang anda buat,  Contohnya seperti: 1188049178:AAFFKvTDyrJrhU4-1cuhdOKunIIrTCt_Jfw 
  • Catat dan simpan baik-baik token API HTTP anda

Langkah Selanjutnya

  • Salin / Copy token yang anda miliki
  • Paste token tersebut di kolom chat manybot
  • Tunggu sampai anda mendapat balasan bahwa token anda sudah diterima
  • Ketik beberapa kata misalnya “Halo”
  • Manybot akan menginformasikan bahwa Bot anda sudah siap digunakan
  • Masuk ke Bot Telegram anda untuk tes bot
  • Klik START
  • Apabila bot sudah bisa menjawab, itu tandanya bot Telegram sudah bisa digunakan

Itulah tadi cara mudah dan sederhana membuat bot di telegram yang bisa anda praktekan langsung, semoga membantu ya.

get_template_part(‘content’, get_post_format() );endwhile the_post_pagination(); Pelan-Pelan! ini 9 Cara Mengembangkan Potensi Diri (+Pengalaman)

Pelan-Pelan! ini 9 Cara Mengembangkan Potensi Diri (+Pengalaman)

 

Artikel kali ini untuk kamu yang mencari-cari tips cara mengembangkan potensi diri namun kamu belum menemukan yang pas di Internet, terutama untuk kamu yang sering disebut “Milenial” oleh generasi-generasi sebelum kamu.

 

Saya tidak menjanjikan 9 cara ini benar-benar dapat bekerja secara instan bila kamu menerapkannya, namun saya berani memastikan bahwa tulisan 9 cara mengembangkan diri ini adalah cara yang praktikal karena cara ini berdasarkan pengalaman yang saya telah lakukan dan cara mengembangkan potensi diri ini cukup bekerja untuk saya.

 

PERINGATAN

 

!! Peringatan Sebelum Lanjut Membaca 9 Cara Mengembangkan Potensi Diri!!

 

Cara membaca tulisan ini sesuai dengan judulnya. Yakni, pelan-pelan! Karena tulisan yang saya buat ini cukup panjang. Artinya kamu harus BERTAHAP membacanya.

 

Apabila baru baca 1 poin saja sudah membuat kedua matamu lelah, istirahatlah! kamu bisa lanjut lagi besok.

 

Karena memang begini karakter tulisan saya, panjang dan berusaha sebisa mungkin menjelaskan segamblang-gamblangnya agar kamu para pembaca bisa mudah memahaminya.

 

Ingat ya, pelan-pelan! Ingat bahwa mengembangkan potensimu tidaklah instan.

 

Tapi setidaknya dengan kamu membaca pelan-pelan bagaimana saya menemukan tahap dan cara mengembangkan potensi diri berdasarkan pengalaman yang saya rasakan, kamu akan mendapatkan gambaran detail bagaimana hal-hal kecil yang bisa kamu lakukan sedikit demi sedikit itu bisa berdampak besar untuk hidupmu.

 

Berikut 9 tips yang dapat mengembangkan potensi sehingga merubah diri menjadi lebih baik:

 

(Klik Masing-Masing Poin Untuk Membacanya)

 

Terima Potensi Diri

 

Terima Potensi Diri

 

Kalau boleh saya menggeneralisasi, kebanyakan orang sebenarnya sudah tahu apa potensi yang mereka punya, tetapi kebanyakan dari mereka berharap bisa melakukan hal-hal lain di luar potensi dirinya.

 

Seolah-olah seperti berkata bahwa “Ah, saya bisa melakukannya, tapi saya gak mood! kalau nanti gak berhasil gimana?” | “Sudah banyak yang melakukannya, saingan saya banyak!” | “Prosesnya akan sangat lama, saya malas dengan proses panjang”

 

Ya, kebanyakan tidak bisa menerima potensinya sendiri, bahkan kadang berandai-andai menjadi orang lain yang telah bisa menerima bahkan memanfaatkan potensi dirinya.

 

Salah satu contoh dari orang-orang tersebut adalah diri saya dulu, Saya selalu ingin menjadi orang-orang yang saya lihat telah berhasil maju dengan potensinya, serta mendapatkan hasil dari kemajuan itu.

 

Melihat programmer sharing tentang penghasilannya, saya terinspirasi jadi programmer.

 

Melihat Internet Marketer membagikan capture komisinya, saya beli kursus tentang internet marketer.

 

Melihat youtuber penghasilannya besar, saya mulai bikin video youtube.

 

Sebenarnya tidak salah ketika ada sesuatu hal baru yang ingin dicoba bahkan dikuasai, tapi tuntaskan dulu 1 hal yang benar-benar menjadi potensi kita sampai tuntas dan menghasilkan.

 

Kalau sudah berhasil di satu bidang yang benar-benar menjadi potensi, bidang lain yang kita coba akan minim untuk diratapi walaupun kita belum berhasil mencapainya.

 

Pengalaman saya, terlalu banyak memiliki keinginan untuk menguasai banyak hal, hanya menghasilkan beban pikiran dan ujungnya  tidak ada satupun yang jalan.

 

Terlalu fokus pada hasil ternyata membuat saya seringkali menyampingkan potensi yang saya punya, kemudian mengejar hal-hal yang diluar potensi diri karena saya dulu sangat mudah terkecoh dengan hasil dan kesenangan yang dicapai orang lain.

 

Saya tahu potensi saya, namun saya belum menerimanya.

 

Sampai ada satu titik yang menyegarkan kembali ingatan saya tentang potensi yang saya miliki, yakni ketika saya membuka forum Kaskus, melihat kembali belasan Hot Thread (Tulisan Trending di Kaskus) yang pernah saya buat.

 

Salah satunya tulisan saya yang ini:

 

Yang dimana sampai saat saya menulis tulisan 9 cara mengembangkan potensi diri ini, Tulisan saya di kaskus tersebut telah dilihat oleh ratusan ribu orang dan direply sebanyak ribuan kali.

 

Hampir semua balasan dari member forum kaskus bernada positif, ada yang sangat berterima kasih, ada yang meminta dijadikan buku dan juga banyak komentar positif lainnya.

 

Tulisan itu yang membuat saya berlapang dada menerima akan potensi yang saya miliki yakni kemampuan mendalami suatu hal dan mampu membagikannya lewat tulisan.

 

Sehingga wujud saya menerima potensi itu adalah saya lanjut kembali menulis di blog ini, termasuk tulisan panjang yang sedang anda baca sekarang ini, hasil pendalaman saya terhadap pelajaran hidup yang saya alami sendiri.

 

Dari dulu saya memang senang dengan pengembangan diri, mengikuti workshop pengembangan diri dengan biaya yang tidak sedikit, senang sekali menanggapi curhatan teman lewat chat, tertarik dengan pengolahan kata-kata, mencari-cari arti kata di KBBI, membaca buku, self-talking, kemudian menulis.

 

Makanya saya mampu menulis artikel sepanjang ini.

 

Saat usia 8 tahun saya sudah bisa menulis lirik lagu, saat SMP mendapat penghargaan “lirik lagu terbaik” ketika mengikuti lomba cipta lagu tingkat kota, saat SMA saya berhasil membuat murid-murid perempuan di kelas saya terharu saat mereka membaca cerpen remaja yang saya tulis ini:

 

Karena kembali tersadar akan potensi yang saya miliki, akhirnya saya bisa menerima sepenuhnya potensi yang saya punya.

 

Namun perlu waktu yang tidak sebentar bagi saya membangun kesadaran dan menerima potensi itu, buktinya blog saya ini baru aktif di 2020, hingga saya mau kembali menulis seperti ini.

 

Untuk kamu yang mau mendapatkan bagaimana cara mengembangkan potensi diri kamu, mengetahuinya saja tidaklah cukup! Kamu benar-benar harus menerima potensimu.

 

Dengan menerima potensi yang kamu miliki, kamu akan mampu menerima kekurangan dan ketidak-sempurnaanmu, kamu akan menyadari bahwa dirimu tidak bisa menguasai banyak hal sekaligus.

 

Kamu mungkin berpikir hidupmu masih panjang, tapi sadarlah bahwa hidupmu itu terlalu singkat untuk bisa menguasai segala hal.

 

Jika kamu tahu potensimu adalah bermain alat musik, gitar misalnya. Coba kamu ingat-ingat kembali! Hal-hal membahagiakan apa saja yang pernah kamu dapatkan dari bermain gitar itu?

 

Misalnya, kamu pernah dipuji oleh teman-teman sekolahmu karena kemampuanmu memainkan melodi lagu tertentu dengan gitar, atau mungkin kamu bisa diterima dalam pergaulan, karena bisa mengiringi teman-temanmu bernyanyi dengan gitar dan lain sebagainya.

 

Kamu tidak perlu sibuk mencari cara bagaimana agar memiliki suara yang bagus hanya karena melihat temanmu yang suaranya merdu dipuji oleh gebetan yang kamu suka.

 

Kamu juga tidak perlu mencari cara agar jago main drum karena melihat temanmu yang drummer digemari wanita satu kampus.

 

Cukup kamu fokus untuk mengembangkan saja kemampuanmu bermain gitar.

 

Begitupun jika potensi yang kamu miliki adalah melukis, menggambar, beternak, berkebun, berdagang, menjahit, fotografi, matematika, bicara, promosi, otomotif, bermain bowling, berdandan, bertarung, berstrategi, memasak dan sebagainya.

 

Kamu tidak perlu sibuk mencari cara mengembangkan diri dengan bagaimana cara menjadi penulis artikel seperti saya. Sadari kamu juga memiliki potensi, kamu memiliki keunikan, terimalah! Jangan melulu maunya jadi orang lain diluar diri kamu dan diluar potensi kamu.

 

Saya menjadikan diri saya sebagai contoh pada poin pertama ini karena orang yang saya benar-benar pahami telah menyadari dan menerima potensinya adalah diri saya sendiri.

 

Saya tidak tahu persis bagaimana orang lain seperti Steve Jobs, Mark Zuckernberg, Jack Ma dan Jeff Bezos menyadari potensi yang mereka miliki.

 

Makanya saya tidak bahas orang-orang itu sebagaimana penulis tentang pengembangan diri menuliskan mereka yang saya sebut diatas hanya untuk membuatmu terinspirasi.

 

Saya sadar saya ini tidak seberapa dibandingkan Mark Zuckerberg dan kawan-kawan, lagipula saya siapa? Artikel di blog saja bisa dihitung jari.

 

Tapi saya percaya, pengalaman yang saya alami ini memiliki peminatnya. Pengalaman menerima potensi diri yang tidak semua orang bisa melakukannya.

.

Mungkin saja karena belum ada yang menyadarkan, mungkin karena belum  percaya dengan potensinya, tapi apapun itu saya salah satu orang yang mampu menerimanya, bahkan sekarang ini mengajak kamu untuk mampu menerima potensimu.

Hambat Distraksi Internal & Eksternal

 

Hambat Distraksi Internal & Eksternal

 

Kalau kamu tidak biasa membaca tulisan panjang sekali jalan, silahkan dilanjut lagi nanti, sebab tulisan saya ini cukup panjang untuk kamu yang tidak biasa membaca berparagraf-paragraf.

 

Beri waktu untuk kedua matamu beristirahat, daripada kamu memaksa kan membaca semua, namun tulisan ini hanya akan jadi bahan bacaan dan tidak praktikal bagimu.

 

Ini baru sampai poin kedua dan masih ada 7 tahap lain berdasarkan pengalaman saya yang tidak kalah panjangnya.

 

Saya menulis sepanjang ini karena saya ingin memastikan bahwa cara mengembangkan potensi diri ini bisa kamu terapkan tahapan demi tahapannya.

 

Baiklah, saya sudah mengingatkan! Saya akan lanjut di tahap kedua yakni menghambat distraksi eksternal & internal.

 

Apa itu? bahasanya sok keren begitu? distraksi eksternal? distraksi internal? Kalau memori eksternal dan internal sih banyak yang tahu.

 

Singkatnya, distraksi internal adalah gangguan dari dalam diri seperti rasa malas, menunda, tidak mood, dan lain sebagainya.

 

Sedangkan distraksi eksternal itu gangguan dari luar diri, yang paling sering menjadi distraksi eksternal adalah gadget yang ada di depan matamu sekarang ini.

 

Tidak! Saya tidak akan sampai menyuruhmu untuk membuangnya, kemudian menyuruhmu bermeditasi sekarang juga.

 

Saya paham, tidak semudah itu membuat orang berhenti dari hal yang ia candu. Lagipula, siapa juga yang mau jika disuruh membuang gadgetnya?

 

Saya hanya menyarankan kamu untuk menghambat gangguan atau distraksi yang seringkali disebabkan oleh ponsel pintar, yang saking pintarnya banyak membuat orang-orang yang menggunakannya terlihat “bodoh”.

 

Hal ini bukan berarti distraksi tersebut hanya Smartphone saja. Ini hanyalah contoh, karena saya menulis berdasarkan pengalaman.

 

Pengalaman saya yang paling mendistraksi diri saya ketika melakukan hal-hal produktif berasal dari handphone.

 

Namun itu tadi, cara yang saya lakukan tidak se-ekstrim hidup tanpa gadget berhari-hari.

 

Yang saya lakukan sederhana, saya hanya membuka playstore dan menginstall 2 aplikasi ini:

 

 

 

Yup, yang pertama adalah aplikasi launcher dan yang kedua adalah notifikasi blocker.

 

Disamping menulis blog, saya masih menjadi bekerja menjadi SEO Specialist di sebuah perusahaan multinasional.

 

Ketika sedang bekerja di depan layar komputer, menunggu hasil upload atau download selesai, tangan ini rasanya gatal memencet icon aplikasi-aplikasi ini:

soscial media icon

Hal tersebut berulang kali terjadi. Sehingga saya berpikir, apabila saya mempersulit akses saya ke aplikasi-aplikasi tersebut, sepertinya saya akan fokus dengan pekerjaan saya.

 

Untuk itu saya mengganti launcher di smartphone saya, sehingga tampilan di handphone saya berubah, contohnya seperti gambar dibawah ini:

 

tampilan layar hp minimalist launcher

 

Yup, tidak ada 1 pun icon aplikasi yang muncul, hanya teks nama aplikasinya saja.

 

Pada bagian menu home pun hanya bisa memunculkan 3 nama aplikasi yang bagi saya penting.

 

Untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang tidak penting, saya harus slide layar dan mengetik nama aplikasinya.

 

Dengan cara itu, saya jadi mengalami sedikit hambatan ketika ingin membuka aplikasi yang sering jadi distraksi, sehingga kalau tidak penting-penting amat, saya urungkan keinginan saya membuka aplikasi tersebut.

 

Cara tersebut cukup bekerja bagi saya dan menambah tingkat fokus saya di waktu saya harus produktif, seperti misalnya mengerjakan pekerjaan di kantor.

 

Namun hal tersebut ternyata tidaklah cukup! Launcher tersebut hanya menghilangkan icon dan menambah proses untuk saya membuka aplikasi-aplikasi pengganggu produktivitas secara manual, tapi tidak untuk notifikasi yang muncul.

 

Saya bisa membuka instagram apabila ada online shop yang DM saya “Follback Kak”, muncul di notifikasi, kemudian saya klik.

 

Untuk itu saya juga install aplikasi yang bisa memblokir sementara aplikasi-aplikasi pengganggu di waktu bekerja, saat menulis artikel, ketika membuat konten, dan saat sedang melakukan aktivitas produktif lainnya. Kemudian saya mengaktifkannya kembali ketika sedang istirahat atau pulang ngantor.

Ncleaner tampilan

 

Dengan aplikasi notification blocker tersebut juga saya tidak perlu khawatir kehilangan notifikasi selama diblokir. Karena aplikasi itu memungkinkan saya untuk melihat log dari notifikasi, sehingga history notifikasi yang saya terima selama diblokir masih bisa saya lihat.

 

Itu salah satu pengalaman saya menghambat distraksi eksternal.

 

Untuk distraksi internal malah yang lebih sering, makanya saya bahas di akhir. Misal Saat sedang malas dan muncul keinginan untuk menunda-nunda menulis, mengupdate blog, membaca buku yang belum selesai dan lain sebagainya

 

Untuk menghambat distraksi internal, saya mempermudah akses saya untuk melakukan hal-hal yang cenderung malas saya lakukan.

 

Untuk menulis misalnya, Saya menginstall aplikasi keep notes, agar saya bisa mudah menulis hanya melalui smartphone, dimana smartphone ini yang paling mudah saya akses karena tidak pernah jauh dari saya.

 

keep notes to google docs

 

Dengan aplikasi keep notes juga, saya bisa copy tulisan dan langsung mengirimnya secara otomatis ke Google Docs.

 

Ketika malas dan menunda membaca buku, Saya meletakan buku tersebut di tempat yang sering saya sambangi, seperti diatas kulkas atau di meja makan.

 

Jadi ketika mulut sedang iseng ingin mengunyah sesuatu, saat saya menuju kulkas, saya akan melihat buku tersebut atau saat saya buka tudung saji di meja makan, akses saya ke buku tersebut jadi mudah.

 

Mengupdate artikel blog juga begitu, saya selalu membiarkan laptop dalam keadaan terbuka, laptop pun tidak pernah saya shutdown, saya hanya hibernate dalam keadaan membuka blog dan google docs di browser.

 

Jadi ketika saya menjalankannya, layar laptop langsung menampilkan blog dan google docs, tanpa harus klik browser, menunggu, mengetikan url blog, login, mengetikan url google docs, itu terlalu panjang.

 

Intinya kita bisa gunakan akal yang kita punya untuk mempersulit proses distraksi eksternal dan mempermudah akses distraksi internal.

 

Seringkali distraksi-distraksi sepele itu yang membuat kita terhambat untuk mengekspresikan potensi diri, sehingga potensi itu tidak juga berkembang.

 

Kalau yang sering mendistraksi kamu sama dengan saya, kamu bisa melakukan cara yang sama dengan yang saya lakukan.

Jadikan 3 Hal ini kebiasaan sehari-hari

 

Menjadikan 3 hal ini kebiasaan sehari-hari

 

Apa saya bilang? tahap ke-2 saja sepanjang itu kan? makanya tidak bosan saya mengingatkan kamu untuk lanjut baca poinnya beberapa jam lagi atau bahkan besok? Beri jeda dulu untuk kedua matamu.

 

Karena di tahap ketiga ini saya akan membagikan 3 hal sekaligus. Dimana 3 hal ini awalnya sangat memuakan, tidak enak bagi saya, membuat saya tidak nyaman di awal-awal.

 

Namun setelah sering melakukannya, banyak dampak baik yang saya rasakan dan saya jadi sangat senang untuk melakukan 3 hal ini berulang-ulang.

 

Tapi sekali lagi saya ingatkan, di tahap ini saya membahas 3 hal sekaligus loh, itu artinya 3 pengalaman yang saya rangkum dalam 1 tahap. Di tahap 1 dan 2 saja sebegitu panjang.

 

Apabila konsentrasi mulai buyar, Sebaiknya kamu jeda saja dulu baca tulisan ini.

 

Tulisan ini tidak akan kemana-mana kok! Selama kamu masih punya koneksi internet, nanti kamu akan tetap bisa membacanya.

 

Saya sudah mengingatkan ya, baik saya lanjut tahap ke 3. Apa saja 3 hal tersebut?

 

3 hal tersebut adalah Tidur lebih awal, bangun lebih pagi dan langsung mandi setelah bangun tidur.

 

Ya, hanya itu? Kenapa hal tersebut awalnya sangat-sangat membebani saya? Jawabannya, karena saya ini insomnia, mengalami gangguan tidur, jika tidur terlalu sore, jam 9 atau 10 malam misalnya, saya akan terbangun pada saat dini hari dan tidak bisa tidur lagi sampai siang.

 

Kalau posisi matahari sudah tinggi, barulah saya mengantuk berat, saya tidur, bangun siang, selanjutnya melek sampai pagi buta dan tidur saat matahari terbit, bangunnya siang lagi, dan begitu terus sampai Saitama dikalahkan monster.

 

Tapi untungnya tidak sampai Saitama dikalahkan monster, saya sudah menemukan jam tidur yang tepat, cara bangun tidur yang tepat dan kegiatan setelah bangun tidur yang tepat.

 

Hal tersebut bukan semata-mata karena keinginan saya, tapi karena keterpaksaan. Saya bisa melakukan kebiasaan buruk itu pada saat saya bekerja di kantor lama dulu, dimana masuknya jam 11 siang, Kemudian ditambah pandemi dengan WFH-nya, makin jadilah kebiasaan buruk tersebut.

 

Tapi untungnya saya berhenti dari pekerjaan di kantor lama dan mendapat tawaran dari owner di perusahaan baru untuk bekerja disana dengan bayaran jauh dari penghasilan lama saya.

 

Tawaran itu yang bikin saya tergiur untuk mengambilnya, karena secara tugas yang harus dilakukan juga jauh lebih mudah.

 

Satu-satunya yang sulit saya lakukan adalah bangun pagi, kurang dari Jam 8 pagi saya harus sudah sampai di Kantor. Tawaran kadung diterima, mau tidak mau saya harus mengatur waktu.

 

Yang pertama saya lakukan adalah saya tidur lebih awal dari biasanya.

 

Seperti yang sudah saya tulis diatas, Jam 9-10 malam itu terlalu sore untuk saya.

 

Namun menggunakan jam biasa saya tidur juga akan membuat masalah profesionalitas saya bertambah.

 

Karena jam yang gunakan untuk tidur biasanya jam 3-5 pagi. Sudah otomatis kalau saya harus bangun jam 6 atau 7 pagi, maka waktu tidur saya hanya 1-3 jam jika menggunakan jam biasa saya tidur, makanya sebelum menemukan waktu tidur yang tepat, saya sering sekali kesiangan.

 

Untuk itulah saya paksakan harus sudah tidur di jam 12 sampai 01.30 paling lambat. Karena jam itu adalah jam yang tepat untuk menjadi waktu tidur lebih awal untuk saya.

 

Tidak lupa alarm alami yakni istri saya yang membangunkan di jam 5 pagi, Saya minta dibangunkan jam segitu karena saya yakin 30 menit – 1 jam setelahnya saya baru akan bangun.

 

Makanya biar ada jarak waktu untuk saya “ngumpulin nyawa”, saya minta dibangunkan 30 menit – 1 jam sebelum waktu seharusnya saya bangun.

 

Tenang, untuk kamu yang belum punya pasangan, kamu bisa gunakan cara yang saya sudah tulis disini:

 

Cara Agar Tetap Bangun Pagi Walaupun Begadang di Malam Hari

 

Setelah bangunpun, saya langsung ke kamar mandi, untuk melakukan kegiatan yang seharusnya dilakukan di kamar mandi. hehe

 

Ya untuk mandi lah! Bahkan, kadang kalau nyawa masih belum kumpul dan itu sudah waktu dimana saya harus bangun, saya tetap ke kamar mandi untuk mengguyur wajah saya, hingga selanjutnya mandi.

 

Setelah mandi itu, rasanya segar sekali dan mengantuk hilang begitu saja.

 

3 hal itu memang sepele, tapi perubahan yang saya rasakan benar-benar luar biasa.

 

Saya jadi tidak harus buru-buru mandi, grusa-grusu berpakaian dan ngebut di perjalanan.

 

Saya jadi sempat sarapan dulu, Minum teh hangat sebelum bekerja, Sampai kantor duluan dari teman yang lain, update blog di kantor karena belum mulai jam kerja, kadang melakukan tugas lebih awal dan selesai jauh sebelum jam pulang.

 

Saya bisa menggunakan sisa waktunya untuk riset kata kunci untuk tulisan-tulisan selanjutnya dan audit blog saya.

 

Nah tapi, siang hari saya suka mengantuk, apalagi suasana kantor hening, untuk menyiasatinya saya gunakan power nap.

 

Powernap itu teknik tidur 5-15 menitan dan bangun-bangun langsung segar, saya pake bantuan audio ini:

 

 

Soal power nap akan dibahas di artikel selanjutnya.

 

Pulang kantor, lanjut main sama anak istri, setelah itu nulis sampai waktu dimana seharusnya saya tidur dan ajaibnya otomatis langsung ngantuk di jam 12. Tidur lebih awal jadi gak perlu dipaksa lagi, besoknya bangun pagi-pagi dan langsung mandi, hehe.

 

Intinya dampak dari melakukan 3 hal kecil itu luar biasa. Makanya saya jadikan sebagai salah satu cara mengembangkan potensi diri, karena dengan saya menjadikan 3 hal tersebut sebagai kebiasaan, waktu jadi termanage dengan baik,

 

Untuk kamu yang punya masalah manajemen waktu karena jam tidurmu tidak teratur, cobalah cara sepele yang saya lakukan.

 

Tidur lebih awal, bangun lebih pagi dan langsung mandi setelah bangun, simple kan? Tapi butuh perjuangan banget saya melakukannya. Hahaha

Mulai buat konten tanpa orientasi hasil

 

Mulai buat konten tanpa orientasi hasil

 

Saya akan mulai dengan pertanyaan menarik yang saya lihat di platform Quora. Kira-kira pertanyaan-nya seperti ini:

 

 

Apa yang kamu ketahui namun tidak diketahui oleh kebanyakan orang?

 

Pertanyaan tersebut telah dijawab oleh 50 member Quora dan banyak sekali jawaban – jawaban unik yang berasal dari pengetahuan serta pengalaman penulis jawaban.

 

Tidak sampai disitu, jawaban-jawaban unik itu juga dapat ribuan vote, banyak komentar dan juga share dari pembaca Quora lainnya.

 

Sekarang coba pikirkan, apabila pertanyaan tersebut ditanyakan kepada kamu, apa yang akan kamu jawab dengan gamblang dan jelas?

 

Ya, coba pikirkan sekarang! Jika jawabannya sudah ketemu, selanjutnya coba pikirkan deh jangan-jangan jawaban kamu itu sangat menarik? Jangan-jangan loh ya. Kenapa saya bilang “jangan-jangan”?

 

Karena mungkin saja kamu belum pernah mempublikasinya secara luas, mungkin hanya orang disekitar kamu yang tahu.

 

Kalau mereka tidak tertarik dengan pengetahuanmu, belum tentu orang lain tidak tertarik juga kan?

 

Seperti jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, ada yang menjawab bahwa “Klitikan bisa menyebabkan kematian”, ada yang menjawab dengan film-film yang pernah ia tonton dan mungkin belum ditonton banyak orang, ada yang menjawab tentang solomon paradox.

 

Ya intinya mereka menjawab apa yang mereka ketahui dan mungkin orang lain tidak tahu, kemudian mereka menuliskannya, “Boom!” meledak deh pembacanya.

 

Kamu pasti punya kan hal, pengetahuan atau bidang yang kamu tahu banget dalam-dalamnya?

 

Entah itu cara urus anak, cara masak telur mata sapi seperti di bungkus indomie, cara membedakan make up di rumah dan di pesta, etika menggunakan sendok dan garpu ketika makan, cara membalas chat ke pembeli, cara melawan catcalling, cara memilih tanaman indoor, cara kamu mengatur gaji UMR untuk hidupmu, cara ganti ban mobil.

 

Apapun itu coba kamu pikir lagi deh! Pasti ada hal yang benar-benar kamu pahami dan sering lakukan, namun ternyata belum banyak yang tahu. Kalau begitu, coba kamu mulai sebarkan hal tersebut, biarkan dunia mengetahuinya.

 

Cara menyebarkannya adalah dengan memulai kontenmu! Soal nanti akan dapat uang, endorse-an dan lain-lain atau tidak, itu masalah nanti, beneran deh. Kalau terlalu dipikirkan yang ada tidak dibuat-buat.

 

Blog saya memang sudah lolos adsense, tapi apa saya mikirin hasilnya? Kalau saya mikirin hasil, saya tidak akan menulis sepanjang ini.

 

Dari poin 1 sampai 4 ini saja ada 3000 lebih kata, belum tentu ada yang mau baca juga. Tapi kalau saya beranggapan

 

“Nanti ada yang baca gak ya?”

 

“Nulis topik beginian bisa bikin saya kaya gak ya?”

 

“Nanti saya dihujat gak ya kalau bahas diri sendiri terus?”

 

“Nanti ada yang memuji dan berterima kasih gak ya?”

 

Yang ada, tulisan ini gak akan jadi 1 kata pun kalau saya fokus memikirkan hasil.

 

Begitupun kalau kamu mau mulai membuat kontenmu, entah itu dalam bentuk teks, gambar, audio, video, live stream, pelatihan offline, sharing di komunitas atau apapun itu, Mulai dulu aja! Biarkan dunia tahu kalau kamu juga punya value.

 

Apa perbuatan paling hina menurutmu? Melacur? Mencuri? Korupsi?

 

Kalau mau ditelisik lebih dalam, mereka yang berbuat sehina itu saja juga memiliki value.

 

Mereka mendapatkan hasil dari melakukan itu, walaupun hasil tersebut didapat dengan cara yang salah di mata banyak orang, tapi tetap mereka punya value sehingga mereka bisa melakukannya dan mendapatkan hasilnya.

 

Masa iya mereka yang memilih jalan kurang tepat saja memiliki value, kamu tidak?

 

Kamu pasti juga punya value! Tinggal kamu mau memilih atau tidak!

 

Ada kalimat bijak yang saya sangat sukai , yang saya lihat di status WhatsApp kakak saya, kira-kira begini kalimatnya:

 

The gap between the life you’re living and the life you want is called choices

 

Artinya:

 

Jarak antara hidup yang kamu jalani dan hidup yang kamu inginkan itu disebut pilihan

 

Jadi sekarang kamu pilih, mau mulai mengembangkan potensimu dengan memberitahu dunia bahwa kamu punya potensi atau mengubur dalam-dalam potensimu, hidup sewajarnya lalu mati tanpa meninggalkan legacy hanya karena kamu takut jika melakukan hal itu tidak akan berbuah apa-apa?

 

Silahkan dipilih!

Trial & Error

 

Trial & Error

 

Jika kamu sudah sampai membaca pada tahap ke-5 ini, saya tidak tahu apakah tulisan ini semakin menarik untuk dibaca atau justru semakin membuat kamu bosan dan beranggapan apa yang saya tulis ini terlalu “too good to be true” alias terlalu indah pengalaman yang saya buat ini kalau sampai terjadi juga di hidupmu. Rasanya terlalu muluk-muluk untuk menjadi kenyataan.

 

Saya tidak yakin juga apakah pembahasan yang menurut saya menarik di tahap ke-5 ini juga menarik untuk kamu? Yang bisa saya lakukan hanya mencoba untuk menuliskannya semenarik mungkin.

 

“Apa sih pembahasan yang menurut anda sangat menarik itu?”

 

Begitukah pertanyaan mu?

 

Saya akan membahas seorang TikTokers yang mungkin belum kamu kenal, tapi saya sudah mengenalnya sejak SMP.

 

Namanya Romi Ardifa teman SMP saya yang biasa dipanggil Rombeng yang sekarang jualan boba, ini akun TikToknya:

tiktok @romiardifa

 

Dia mencapai Followers 24.8k kurang dari 1 bulan ia main TikTok

 

Kenapa saya tahu? Karena kami saling follow-followan saat baru saja ia mulai bermain TikTok.

 

Sebenarnya ia memulai kontennya di Instagram dengan konten menyanyi fals minta dihujat tapi sepi, kemudian beralih ke tiktok dengan konten mengajak bicara kucingnya juga sepi, mulai menunjukan dirinya dengan keresahan-keresahannya saat berdagang tapi masih sepi. Tahu apa yang membuat akun TikToknya mulai ramai? yakni saat ia berdagang dan pura-pura salah hitung harga.

@romiardifa konten viral TikTok

Ya, sesimple itu! Hingga saat ini persona nya di tiktok sebagai abang-abang penjual boba yang terlihat bodoh, Salah hitung kembalian, salah membuat pesanan pelanggan, salah hitung harga, berdebat dengan pelanggan banyak dan hampir semua konten berdagang salahnya itu ramai penonton, ramai share dan ramai komentar.

 

Apa dampaknya untuk si Rombeng? Yang jelas brand awareness dari minuman bobanya meningkat, mungkin juga bisa berdampak ke omset penjualan bobanya.

 

Masih mungkin ya, karena saya pernah DM dia begini:

isi percakapan Direct Message Instagram Bersama @Romiardifa

 

Dalam waktu kurang dari sebulan! Too good to be true? Jelas! Saya sampai bercanda ke si Rombeng kalau saya iri. hehehe

 

Tapi kembali lagi, tidak bisa saya hanya melihat waktu kurang dari sebulannya, karena saya menjadi saksi bagaimana si Rombeng melakukan trial & error untuk membuat konten-kontennya.

 

Ya, sekarang dari rombeng kita kembali kepada diri kamu, masih takutkah kamu melakukan trial & error? atau mungkin kamu sudah pernah melakukannya namun karena hasilnya error terus, kamu jadi takut untuk mencobanya lagi, lagi dan lagi? Wajar kok!

 

Tapi apakah kamu tidak takut kalau kamu terus-terusan error padahal tidak pernah mencobanya? atau tidak pernah kembali mencobanya?

 

*****

 

Nah, berhubung orangnya minta di tag, silahkan follow akun instagramnya di  @romidardifa (sekalian saya juga di @bachridotcom hehehe) atau yang punya akun TikTok bisa follow orangnya disini ,

Tentukan Platform

 

Tentukan Platform

 

Di samping membahas Rombeng yang telah menentukan platform untuk mengembangkan potensinya di TikTok, pada tahap ini saya juga akan membahas bagaimana pengalaman saya menentukan platform.

 

Jika kamu mencari apa arti platform di Google, kamu akan menemukan banyak arti. Namun platform yang saya maksud disini kurang lebih sama seperti “panggung”.

 

Lebih tepatnya panggung yang memiliki banyak traffic, beberapa diantaranya yang mudah di akses adalah website, youtube dan sosial media.

 

Namun itu hanya beberapa diantaranya, jika kamu tidak mau memilih platform digital, tidak masalah juga. Misalnya kamu ingin buka usaha kuliner, menentukan platform, panggung atau tempat untuk menjajakan usaha kuliner kamu di ruko atau pinggir jalan yang dekat dengan perkantoran, kampus, sekolah dan tempat yang memiliki banyak traffic lainnya, tidak masalah juga.

 

Namun karena saya ingin bercerita pengalaman saya yang lebih dekat dengan digital, kali ini saya akan membahas tentang proses saya menentukan platform digital, tempat saya menunjukan potensi yang saya miliki.

 

Saya telah mencoba berbagai platform digital, mulai dari youtube, twitter, facebook, linkedin, group whatsapp, channel telegram, instagram, spotify, soundcloud dan lainnya.

 

Namun dari eksperimen tersebut, saya menemukan platform dan menentukan bahwa

 

Apakah anda menebak bahwa platform yang saya pilih adalah website? blog?

 

Sayangnya anda keliru jika menebak seperti itu!

 

Platform yang saya pilih dan saya rasa tepat untuk saya adalah “Quora“, makanya dari tadi saya bahas terus. hehe

 

Kenapa bisa tepat? Biar gambar ini yang menjawab:

perbedaan respon pengguna instagram dan quora

 

Yup, konten yang sama menghasilkan respon yang berbeda di kedua platform yang berbeda juga.

 

Di Instagram, postingan saya sangat sepi hanya dapat 19 likes tanpa komentar, tapi begitu saya update sebagai jawaban di Quora, responnya sangat baik. Dukungan naik hingga 700 lebih, sampai saat ini ada 18.900 lebih jumlah jawaban saya telah dibaca, jumlah share dan lainnya yang tidak saya dapatkan di platform lain.

 

Dari ramainya traffic yang saya dapatkan di Quora, saya direct traffic tersebut ke instagram dan blog saya ini.

 

Para pembaca di Quora rata-rata senang membaca tulisan panjang dan menambah insight, sangat cocok untuk saya yang suka menulis panjang tentang pengembangan diri dan dunia digital.

 

Menentukan fokus pada satu platform bukan berarti kita meninggalkan platform lainnya. Menentukan platform itu untuk kita tahu dimana platform utama yang potensial untuk menghasilkan traffic dari konten yang kita buat dan bisa kita arahkan ke platform lainnya.

 

Jadi yang kita lakukan adalah mengintegrasikan antara platform-platform yang belum ada traffic dengan melalui platform yang memiliki traffic.

 

Yup, tentukan platform kamu! Jika platform yang menghasilkan traffic itu adalah di pinggiran jalan, dimana disitu banyak yang menjadi pelanggan usaha kuliner kamu, Kamu bisa mengarahkan traffic itu ke platform yang lain.

 

Seperti misalnya instagram usahamu dengan menawarkan diskon khusus followers, Google my business, memberi diskon untuk yang memberi review, atau bahkan ke kursus online via zoom dengan mengadakan bagaimana cara memilih lokasi usaha untuk pengusaha kuliner pemula.

 

Tentukan fokus platform kamu, namun jangan lupa untuk menghubungkannya ke platform lain, tidak hanya bergantung pada 1 platform.

Sederhanakan Pikiran Dengan Membuat Cara Terstruktur

 

Sederhanakan Pikiran Dengan Membuat Cara Terstruktur

 

Pikiran manusia memang kompleks, bahkan sering kan kamu merasa banyak pikiran? apalagi untuk masalah ide dan cara eksekusinya.

 

Tidak jarang kompleksitas cara berpikir kita yang justru membuat kita kebingungan sendiri dan ujungnya berakhir di kasur (kalau gak tidur, sibuk main sosmed).

 

Tentu yang kamu harapkan adalah menemukan ide bagus dan eksekusi yang mudah, bukan? Kalau begitu sederhanakan saja cara nya.

 

Seringkali saya merasakan ketika ingin mengupdate konten, namun mentok di ide, sudah dipaksakan keluar, namun tetap buntu.

 

Sekalipun saya menemukan ide-ide yang menurut saya brillian, tetap saja ada ketakutan untuk meng-eksekusinya.

 

Contoh seperti tulisan, Saya takut tidak ada yang membaca, takut tidak ada yang menggubris dan lain sebagainya.

 

Untuk menghindari hal tersebut, hal yang saya lakukan adalah memaksa diri untuk update pengetahuan yang berhubungan dengan potensi yang saya miliki dan berusaha sekeras mungkin untuk tidak mengeksekusi ide secara cepat hanya karena terbuai asumsi dan emosi.

 

Kemudian pengetahuan tersebut, saya bentuk pola nya, saya terapkan hingga membuatnya menjadi metode sehingga memangkas banyak beban-beban pikiran.

 

Salah satu contoh yang saya lakukan ketika saya ingin membuat konten artikel pada blog bachri.com ini adalah dengan menentukan kata kunci.

 

Untuk menentukan kata kunci, pertama kali saya akan berasumsi, kata kunci apa yang banyak dicari orang?

 

Setelah berasumsi, Saya menggunakan tools berupa keyword planner dari Google dan Ahrefs untuk membuktikan asumsi saya. Kemudian saya catat keyword-keyword tersebut.

 

Setelah mengetahui kata kunci yang memiliki banyak pencaharian, saya akan menentukan kata kunci tersebut apakah termasuk dalam ‘Golden Keyword’ atau tidak?

 

Golden keyword adalah adalah konten dengan target kata kunci yang muncul dijudul lebih sedikit dari jumlah pencaharian.

 

Salah satu contoh adalah artikel ini yang saya kata kuncinya saya target ” Cara Mengembangkan Potensi Diri “, Jika dilihat pada keyword planner, jumlah volume search bisa mencapai hingga 720 pencarian.

 

Namun jumlah artikel yang dibuat hanya 477. Itu artinya rasio antara yang membuat artikel dengan judul mengandung kata kunci tersebut dan yang mencarinya <1. Maka itu disebut Golden Keyword

contoh golden keyword

 

Tujuan menggunakan golden keyword ini agar konten saya mudah ditemukan dan mendapatkan peringkat di halaman pencarian.

 

Saya listing beberapa golden keyword di spreadsheet. Kemudian saya melakukan research kompetitor, saya baca konten-konten yang dibuat oleh beberapa blog yang muncul di halaman pertama dengan kata kunci yang saya target.

 

Saya perhatikan Isi konten nya, relevansinya dan lain sebagainya yang dibuat oleh kompetitor saya.

 

Kemudian saya membuat konten yang berbeda dengan kompetitor, salah satunya adalah tulisan yang sedang kamu baca ini.

 

Saya menemukan banyak kompetitor yang membahas cara mengembangkan potensi diri dalam bentuk tips. Sebagai pembeda, saya membuat tips dan cara mengembangkan potensi diri berdasarkan pengalaman saya sendiri

 

Kemudian saya memperhatikan SEO nya seperti berapa kali kata kunci yang saya target harus muncul dalam artikel, dimana saya harus membuat link building, membagi-bagi halaman jika tulisan cukup panjang, bahkan dalam artikel ini saya membuat bagaimana cara pengguna untuk membaca artikel yang panjang ini agar tidak membacanya dalam satu kali jalan.

 

Setelah dipublish, saya menarik pembaca dari instagram pribadi saya, Kemudian apa yang saya posting di Instagram tersebut saya posting lagi di Quora sebagai jawabam atas pertanyaan yang relevan untuk menarik pengunjung Quora ke blog saya dan juga ke instagram.

 

Cara-cara tersebut tentu tidak saya dapatkan dengan langkah yang instan. Awalnya saya harus memaksa diri untuk update pengetahuan dan informasi tentang masing-masing cara tersebut.

 

Dengan memaksa melakukannya, saya jadi ada memiliki metode yang bisa memudahkan saya untuk selalu update artikel pada blog ini

 

Saya tidak perlu takut konten pada blog saya tidak dibaca, karena sebelum membuatnya, saya menerapkan metode secara terstruktur yang saya ciptakan sendiri

 

Dengan adanya cara yang terstruktur, pikiran akan menjadi lebih sederhana, konsistensi untuk melakukan hal yang dapat menambah value diri juga akan terjaga.

 

Kembali kepada potensimu, misalnya potensi yang kamu punya adalah memasak, paksalah untuk selalu meng-update kemampuan memasakmu, tentukan pola memasakmu, lakukan secara terstruktur, tentukan metode untuk membuat masakanmu diakui, kemudian eksekusi itu!

 

Seperti misalnya kamu mencari tahu pisau apa yang cocok untuk memotong daging, seberapa besar ukuran api untuk memasak makanan tertentu, piring apa yang cocok digunakan untuk menyajikan makan tertentu, Bumbu apa yang bisa digunakan untuk makanan tertentu bahkan sampai bagaimana estetika menyajikannya di sosial media.

 

Dengan mengupdate pengetahuan-pengetahuan yang dapat mendukung perkembangan potensimu, kamu dapat membuat pola hingga metode langkah-langkah terstruktur untuk mengeksekusi hal yang dapat mengembangkan potensimu.

 

Cara berpikirmu juga akan jadi lebih sederhana, karena kamu telah membuat panduanmu sendiri. Tinggal kamu ikuti langkah-langkahnya, kemudian mengulanginya.

Nikmati Kesendirian

 

Mulai merasa sendirian? Nikmati saja!

 

Sendirian, kesepian dan perasaan tidak dipedulikan dan tidak disupport akan sangat akrab dengan orang-orang yang sedang berupaya melakukan cara mengembangkan potensi diri.

 

Dampak dari itu semua adalah hal-hal yang baru-baru ini menjadi keresahan ribuan remaja pengguna aktif sosial media.

 

Overthinking, Insecure, Quarter Life Crisis, Istilah-istilah tersebut banyak sekali dicari di Google akhir-akhir ini.

 

Ketika saya mencarinya lewat tools keyword planner, saya menemukan istilah tersebut telah dicari ribuan bahkan puluhan ribu kali setiap bulannya.

 

Hal-hal tersebut sangat wajar terjadi di usia-usia berkembang menuju matang. Jadi jika kamu merasakannya, jangan cepat-cepat memvonis dirimu terkena gangguan mental.

 

Saya adalah salah satu orang yang merasakan hal-hal tersebut. Dampaknya luar biasa, produktivitas saya menurun, menjadi orang yang “halu”, pikiran tidak terstruktur bahkan gelisah selalu menghantui setiap hari.

 

Hingga saya berkesimpulan, bahwa cara yang bisa saya lakukan adalah memilih untuk menikmatinya dengan membiarkan perasaan-perasaan itu tetap ada, mewajarkannya, namun disikapi dengan cara pandang yang berbeda.

 

Seperti misalnya saat saya merasa sendirian, ya saya anggap memang ini adalah bagian dari proses pengembangan diri, tidak ada yang salah juga dengan kesendirian, bahkan dengan sendiri saya lebih punya banyak waktu untuk self-talking, fokus menulis tanpa distraksi keramaian, menyelami masalah hingga bagian terdalam akarnya dan mencoba untuk menemukan solusinya.

 

Ketika saya merasakan Overthinking, Bagaimana kehidupan saya di esok hari? bisakah saya membahagiakan diri dan orang-orang terdekat? bisakah saya menjadi apa yang saya inginkan? bisakah saya melakukan hal-hal yang saya sukai kapanpun saya mau?

 

Dahulu mungkin saya memandangnya dengan anggapan bahwa diri saya berpikir terlalu rumit, namun saat ini saya memandang ke-overthinking-an saya dengan sedikit berbeda.

 

“Ah, ternyata harapan saya banyak juga ya”

 

“Ternyata masalah-masalah itu yang saya butuh dalami”

 

“Saya harus mencari cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di kepala saya sendiri”

 

Intinya, saya berusaha untuk menikmatinya. Habis bagaimana? mau dikeluhkan pun, hal-hal itu tidak akan jadi apa-apa kan? justru cenderung untuk mengarahkan saya untuk tidak melakukan apapun, ketika saya tidak menerima dan mewajarkannya terjadi dalam hidup saya.

 

Dengan memanipulasi cara pandang, hal-hal yang tadinya saya anggap masalah, justru secara tidak langsung mendukung saya untuk semakin giat dalam mengembangkan potensi diri.

 

Ya, memang, “Menikmati Kesendirian” itu terkesan palsu. Tapi saya berpikir lagi, mungkin kata yang tepat untuk itu bukanlah “palsu” tapi “buatan”. 

 

Saya memang membuat-buat sendiri kenikmatan itu, cenderung memaksakan. Tapi jika cara itu bekerja dengan baik, kenapa tidak?  Toh artikel-artikel di blog ini, postingan-postingan di Instagram, jawaban-jawaban di Quora adalah hasil dari menikmati kesendirian, mewajarkan overthinking dan membiarkan Quarter Life Crisis itu berproses dalam kehidupan saya.

 

Biarkan saja, nikmati saja, upayakan agar hal-hal tersebut tidak mengganggu produktifitas, ya seperti itulah upaya saya.

 

Saya yakin, bukan hanya saya merasakan kesendirian, tidak disupport dan kesepian karena sedang berproses melakukan cara mengembangkan potensi diri.

 

Diantara kamu, juga pasti ada. Sekarang kamu bisa memilih, kamu ingin terus suasana hatimu dibuat gelisah dengan kesendirian atau menikmatinya.

 

Ingat, tidak ada pilihan lain, karena kamu tidak bisa menghindarinya, seberusaha apapun kamu mencari keramaian, itu akan menjadi semu, dan kamu akan kembali pada perasaan tersudut ketika kamu selesai dari keramaian itu.

 

Merasa sendiri tidak akan menghancurkanmu, yang menghancurkanmu adalah pilihan sikapmu saat merasakan kesendirian itu.

 

Saran saya, nikmati saja! Karena saya melakukannya dan saya merasa telah berhasil melalui tahap-tahap kecil dalam pengembangan potensi diri ketika melakukannya.

Pelan-Pelan

 

Pelan-Pelan

 

Walaupun langkah ini merupakan langkah yang paling singkat, namun tanpa langkah ini, 8 langkah cara mengembangkan potensi diri sebelumnya lainnya tidak akan bekerja secara maksimal.

 

Saya pernah menulis seperti ini

 

Hancur yang paling menyakitkan adalah hancur pelan-pelan, terbentuk paling menyenangkan adalah terbentuk pelan-pelan. Hati-hati dengan yang pelan-pelan, berdamailah dengan yang pelan-pelan

 

Saya tidak perlu mengambil contoh yang begitu jauh. Salah satunya adalah artikel ini, saya menuliskan artikel yang sedang anda baca ini dalam waktu seminggu, setiap poin-poinnya saya perhatikan betul.

 

Setelah jadi, saya harus membaca ulang dan mengoreksi setiap kata, mengumpulkan berbagai macam gambar dan screenshot yang mendukung, agar tulisan ini semakin relevan.

 

Tidak sampai disitu, saya bahkan meminta anda untuk membaca artikel ini secara pelan-pelan, tidak satu kali jalan, secepat apapun anda memiliki kemampuan membaca.

 

Belum lagi saya harus membuat konten lain yang dapat mendukung artikel ini seperti postingan di Instagram dan Quora.

 

Yup, tidak hanya tulisan ini, tulisan lain pun saya buat dengan pelan-pelan. Walaupun kadang perasaan ingin cepat selesai dan melompat ke artikel-artikel lainnya pun ada dalam benak saya.

 

Tapi saya tahan, saya harus menyelesaikan tulisan ini!

 

Hingga tidak ada update terbaru selama seminggu ini sebelum saya mengupdate tulisan ini.

 

Alhasil, ribuan kata saat ini telah berhasil anda baca dan semoga bisa anda terapkan dalam kehidupan anda untuk mengembangkan potensi diri.

 

Ingatlah, pelan-pelan!

 

Hal-hal di atas adalah cara mengembangkan potensi diri versi saya. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kamu yang saat ini sedang mencari jawaban atas potensi diri yang kamu miliki dan ingin kamu kembangkan. Tidak ada bosannya saya mengingatkan untuk pelan-pelan 🙂

 

get_template_part(‘content’, get_post_format() );endwhile the_post_pagination(); Beda dengan CV, Ini Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Benar [+Template]

Beda dengan CV, Ini Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Benar [+Template]

CV atau Curriculum Vitae adalah hal yang berbeda dengan Surat Lamaran Kerja. Tentu saja Cara membuat surat lamaran kerja juga berbeda dengan Cara membuat CV.

 

Jika CV bisa dibuat lebih dinamis dengan desain sesuai persona dan skill yang dimiliki, Surat lamaran kerja justru dibuat se-formal mungkin, baik secara tampilan ataupun bahasa yang digunakan.

 

Berikut ini saya jabarkan bagaimana cara membuat surat lamaran kerja serta Contoh dan Template yang bisa anda edit, cetak lalu mengirimkannya bersamaan dengan CV ketika ingin melamar pekerjaan di blog bachri.com ini

 

Namun sebelum kamu membuatnya, sebaiknya kamu mendownload langsung template surat lamaran kerja agar mempercepat dan memudahkan kamu yang ingin membuat surat lamaran kerja:

 

Template Contoh Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

 

Contoh cara membuat surat lamaran kerja

 

Download Contoh Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Disini:

Bit.ly/contoh-surat-lamaran-kerja

 

 

Sudah di download? selanjutnya anda tinggal buka dan edit dengan panduan menulis surat lamaran kerja seperti berikut:

 

 

Lengkapi Awalan Surat 

 

 

Tulis Perihal

 

Karena surat lamaran kerja bersifat lebih formal, maka kamu harus menuliskan perihal agar terlihat semakin formal.

Contoh: 

Hal: Lamaran Pekerjaan

 

Sesuaikan lokasi serta tanggal penulisan surat

 

Jangan lupa sertakan lokasi, tanggal, bulan serta tahun kapan kamu menuliskan surat lamaran pekerjaan tersebut.

Contoh:

Jakarta, 24 Februari 2021

 

Tuliskan Tujuan

 

Tuliskan kepada siapa surat lamaran pekerjaan tersebut ditujukan.

Contoh:

Kepada Yth: Bapak/Ibu Pimpinan

 

Tuliskan Nama Perusahaan Beserta Alamat

 

Sertakan juga nama perusahaan tempat kamu melamar pekerjaan dan tuliskan juga alamat perusahaan tersebut

Contoh:

PT. Bachri Alam Semesta

Jl. Pusaka Jaya No. 166 RT/RW 02/011, Kecamatan Cipete, Kelurahan Cilandak, Jakarta 12410

 

Apabila ke 4 Hal tersebut digabungkan, Awalan surat akan jadi seperti ini:

Hal: Lamaran Pekerjaan

 

Jakarta, 24 Februari 2021

 

Kepada Yth, Bapak/Ibu Pimpinan

 

PT. Bachri Alam Semesta

Jl. Pusaka Jaya No. 166 RT/RW 02/011, Kecamatan Cipete, Kelurahan Cilandak, Jakarta 12410

 

Atau anda bisa mengunduh & mengedit template yang telah disediakan melalui Google Docs. Template  bisa anda unduh disini

 

 

Lengkapi bagian body surat lamaran kerja

 

 

Berikan salam pembuka

 

Salam pembuka ini memang cukup singkat, namun tidak boleh dilewati saat kamu menulis surat lamaran pekerjaan

Contoh:

Dengan Hormat,

 

Tulis pembukaan/kalimat pengantar

 

Jangan dulu kamu menyertakan biodata lengkap kamu sebelum kamu menulis kalimat pengantar yang terdiri dari:

  • Pembukaan
  • Darimana kamu mendapatkan informasi pekerjaan tersebut
  • Jabatan apa yang ingin kamu lamar

Contoh:

Sehubungan dengan informasi yang saya peroleh dari (Tulis darimana anda mengetahui info lowongan kerja tersebut) bahwa di Perusahaan yang bapak/ibu pimpin yakni (Tulis nama perusahaan) sedang membutuhkan karyawan di bagian (Tulis jabatan yang ingin anda lamar).

 

Tuliskan biodata lengkap

 

Pada tahap ini barulah kamu harus mengisi biodata lengkap namun singkat seperti nama, tempat/tanggal lahir, jenis kelamin, agama, pendidikan terakhir, alamat KTP, alamat domisi, nomor telepon/HP, Status perkawinan, dll.

Contoh:

Berikut, data pribadi singkat saya:

Nama:……………………

Tempat, tgl. lahir: ………………

Jenis kelamin:………………..

Agama………….

Pendidikan terakhir: …………………

Alamat sesuai KTP: …………………

Alamat sesuai domisili:……………………..

Telepon (HP): ………………………

e-mail: ……………………………

Status perkawinan: (single/nikah)

 

Jelaskan kondisi kesehatan, pengalaman kerja, kemampuan sesuai bidang yang dilamar dan softskill yang kamu miliki

 

Hal ini penting untuk dituliskan di surat lamaran pekerjaan setelah kamu menyertakan biodata lengkapmu

Contoh:

Saat ini kondisi jasmani maupun rohani sehat & baik dan saya bisa berbicara dan menulis baik menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dengan cukup baik.

Dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman yang saya miliki di bidang (tulis bidang yang pernah digeluti), saya yakin bisa melakukan pekerjaan yang terbaik..

Saya juga bisa mengoperasikan software komputer, dari paket MS Office maupun software-software lainnya.

 

 

Tuliskan berkas yang dilampirkan

 

Setelah itu tuliskan berkas yang kamu akan lampirkan besertaan dengan surat lamaran yang nantinya akan kamu kirim ke perusahaan tempatmu melamar pekerjaan.

Contoh:

Sebagai pertimbangan, saya melampirkan berkas sebagai berikut:

 

Fotocopy Ijazah Terakhir  1 Lembar

Fotocopy KTP 1 Lembar

Pas Foto (3×4) 2 Lembar

Pas Foto (2×3) 2 Lembar

Fotocopy SKCK 1 Lembar

Daftar Riwayat Hidup 1 lembar

Surat Pengalaman Kerja 1 lembar

Sertifikat kursus 

Lengkapi Bagian Akhir Surat Lamaran Kerja

 

 

Selesaikan bagian penutup

 

 

 

Tuliskan Kalimat Penutup

 

Pastikan di kalimat penutup, kamu menyampaikan keinginan dan antusiasme kamu bekerja di perusahaan tempatmu melamar pekerjaan.

Contoh:

Besar harapan saya, bapak/ibu pimpinan dapat mempertimbangkan saya untuk menjadi bagian dari PT. Bachri Alam Semesta. Demikian surat lamaran ini maupun lampiran, saya mohon Bapak/Ibu pimpinan untuk meluangkan waktu memberikan kesempatan kepada saya untuk wawancara. Agar saya bisa menjelaskan dari potensi saya yang miliki dan penjelasan lebih lengkapnya.

 

 

Sertakan Hormat Saya, Tanda Tangan dan Nama Terang

 

Bagian ini merupakan bukti bahwa memang benar kamulah yang mengirimkan lamaran pekerjaan. Jangan sampai salah tulis nama dan pastikan tanda tanganmu sesuai dengan yang ada di kartu identitas

Contoh:

  Hormat saya,

  

 (nama terang)

Itulah tadi contoh cara membuat surat lamaran pekerjaan yang benar. Kamu dapat mendownload template yang sudah jadi disini Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, khususnya untuk kamu yang saat ini sedang mencari pekerjaan.Tetap semangat! jangan menyerah! Yakinlah kamu akan mendapat pekerjaan terbaikmu. 

 

get_template_part(‘content’, get_post_format() );endwhile the_post_pagination(); STTI NIIT I-Tech | Sebuah Review Kampus Swasta di Jakarta

STTI NIIT I-Tech | Sebuah Review Kampus Swasta di Jakarta

Kali ini saya ingin mereview salah satu Kampus Swasta di Jakarta, yakni Sekolah Tinggi Teknologi Informasi The National Institute of Information Technology I-Tech (STTI NIIT I-Tech).

 

Yang saya perlu disclaimer di awal Review ini adalah tulisan ini bergaya Story Telling bukan dengan bergaya akademis.

 

Kenapa saya mau mereview kampus ini? Karena saya kuliah disini, terhitung sudah 5 Semester saya menjalani perkuliahan di kelas Executive. Yup, saya kuliah sambil bekerja sebagai SEO Specialist & Web Development di Perusahaan Multinasional yang berdomisili di SCBD saat ini.

 

Jadi Review ini berdasarkan pengalaman, makanya saya disclaimer di awal bahwa ini tulisan bergaya Story Telling bukan bergaya akademis.

 

Okay kita mulai reviewnya

 

 

Lokasi Kampus

 

 

 

Kita mulai dari lokasi kampus dulu kali ya?

 

Lokasi STTI NIIT I-Tech ada di Jl. Asem 2 No.22, Cipete Selatan, Cilandak, Jaksel.

 

Lokasi kampus ini anti banjir! Kenapa saya tau? Karena selama 23 tahun saya tinggal di seberang kampus STTI NIIT I-Tech ini, sebelum saya pindah ke rumah sendiri di Tangerang Selatan.

 

Jadi letak kampus ini tepat di tengah-tengah dua turunan jalan. Tidak jauh dari kampus saya ini ada puluhan tempat-tempat Ngopi kekinian hits yang letaknya di Cipete Raya. Yang sering saya sambangi buat nongkrong sama teman-teman kampus selesai kuliah.

 

Tempat makan murah dan enak diluar kampus juga banyak. Tapi kalau lagi malas keluar kampus buat makan siang, di kampus juga cukup kok.

 

Karena di kampus juga ada kantin yang nyaman dan pilihan makanannya juga beragam, Kalau lagi suntuk ada meja, bola dan stick billiard yang siap jadi bahan hiburan.

 

Ada gitar nganggur juga yang boleh dimainin sama yang bisa main gitar buat nyanyi-nyanyi bareng teman-teman.

 

 

Secara lokasi, menurut opini saya pribadi cukup strategis, nyaman dan sangat memiliki keterikatan emosional dengan saya.

 

Sedari kecil saya sudah tahu ini kampus, Tapi baru berkesempatan kuliah di sana saat usia saya 24 tahun di tahun 2019.

 

Saya kuliah setelah pindah ke Tangerang Selatan, Alasan saya kuliah di STTI NIIT I-Tech sebenarnya sederhana, yakni biar ada alasan dan tujuan kalau lagi menyambangi daerah Cipete, tempat ari-ari saya dikubur, hehehe.

 

 

Area Kampus STTI NIIT I-Tech

 

 

 

Selain kantin yang saya ceritakan tadi, Kampus ini juga memiliki fasilitas seperti lapangan, parkiran luas di area kampus, mushola, toilet dan ruangan-ruangan yang cukup fungsional dan memadai.

 

Gedung kampus juga cukup Aesthetic. Warna cat yang dipilih gak mengganggu mata.

 

Kegerahan? Kayaknya gak akan sih. AC di ruangan-ruangan kampus ini cukup dingin yang menandakan maintenance nya juga cukup baik.

 

Apalagi AC tersebut untuk mendinginkan ruangan dengan kapasitas kurang lebih sampai 30 orang. Bahkan banyak mahasiswa yang gak mau duduk di bangku paling depan karena kedinginan.

 

Dengan design yang minimalis membuat mahasiswa tidak sulit untuk mencari teman-temannya dan dosen kalau lagi ada keperluan bimbingan.

 

Kalau punya gebetan anak satu kampus pun, sepertinya tidak mungkin Ghosting, kecuali si Gebetan DO dari kampus (haha).

 

 

 

Penghuni Kampus

 

 

 

Yang saya rasakan selama saya ngampus di STTI NIIT I-Tech penghuni dari mulai Staff, Security, Cleaning Service sampai Dosen semuanya friendly dan open to discuss.

 

Ini sih yang unik, yang mungkin tidak akan saya temukan di kampus lain. Senioritas? Belum ngerasain sih.

 

Bahkan alumni disini masih sering banget nongol di kampus dan kalau ngobrol pun kaya ngobrol biasa seperti teman-teman sepantaran.

 

Bahkan gak jarang saya dipanggil ‘Bang’ sama kaka tingkatan dan alumni. Pulang telat karena sering diskusi ngalor-ngidul dulu sama kakak tingakatan di Kampus, sering banget saya lakukan. Di depan mushola tuh biasanya.

 

Uniknya lagi, sudah mah sering diskusi, sering ngobrol dan ngopi bareng, Saya sering gak kenal nama orang yang saya ajak ngobrol, jadi berbaur begitu saja.

 

Kalau soal itu mungkin tergantung pembawaan kitanya aja kali ya? Kalau kita nya santai dan mudah membaur gak ada juga yang bakal ngusik.

 

Security nya juga murah senyum dan friendly, gak jarang saya ngerokok dan ngopi bareng sama Security. Sampai ada Security yang ngajak ngopi di rumahnya, karena dulu tempat kerja saya melewati daerah rumahnya dan pernah papasan waktu saya lagi di jalan.

 

Nah, ini part yang ditunggu-tunggu. “Dosennya bagaimana?”. Saya belum merasakan sih yang namanya dibikin jengkel sama kelakuan dosen. Yang jelas dosennya itu friendly. Apalagi kalo kita aktif, makin friendly juga para dosen.

 

Jangan kaget kalo suatu saat kuliah disini, pas kita curhat sama dosen itu sama seperti curhat sama teman sebaya, itu yang buat saya menilai dosen di STTI NIIT I-Tech cukup friendly. Cuma kita sebagai Mahasiswa juga sadar posisi dan tetap jaga adab juga sikap ya.

 

Dosen disini juga gak ada yang sok sibuk walaupun dosen udah pasti sibuk, tapi dosen cenderung responsif dan selalu berupaya sempetin waktu buat urus urusan Mahasiswa.

 

Biarpun sekarang online, kuliah jalan terus. Di chat via WhatsApp pun, dibalasnya gak nunggu lama asal menghubungi dosennya di waktu yang pas, jangan pas jam-jam orang lagi tidur pulas kita hubungi.

 

 

“Drama & Politik” Kampus

 

Drama Politik Kampus

 

 

Saya rasa gak cuma kampus yang mengalami drama dan politik, di tempat lain yang di-isi sama banyak orang juga seperti sekolah, kantor atau lingkungan tempat tinggal “drama & politik” jadi hal yang lumrah untuk terjadi.

 

Saya gak bisa tutup mata untuk “Drama & Politik” di kampus STTI NIIT I-Tech.

 

“Drama & Politik” hanya bahasa kiasan, dalam arti lain itu adalah masalah-masalah entah itu masalah emosional maupun teknis yang terjadi di lingkungan kampus yang tentu tidak etis apabila saya jabarkan disini.

 

Namun yang saya tahu pihak kampus cukup mampu memanage drama dan perpolitikan yang terjadi di dalamnya.

 

Seperti salah satu contoh, Setiap mau UTS atau UAS kampus menyediakan angket untuk mahasiswa mereview, memberi kritik & saran terhadap setiap dosen.

 

Jadi jika ada Mahasiswa yang kurang suka dengan cara mengajar dosen tertentu, cara berkomunikasi dosen tertentu atau bahkan sentimen terhadap dosen tertentu, kita bebas mengungkapkannya melalui angket.

 

Demokrasi di Kampus swasta di jakarta ini cukup terjaga karena yang saya rasakan setiap Mahasiswa boleh menyampaikan pikirannya.

 

Ketika diminta isi angket tersebut, di bagian kritik & saran untuk dosen saya selalu isi “Semangat pak/bu! Keren banget cara ngajarnya”. Ya karena memang tidak ada yang menjengkelkan dan baik-baik semua dosennya.  Dosen juga berupaya untuk membuat Mahasiswa memahami mata kuliah yang sedang diikuti.

 

Untuk orang yang sulit merasa nyaman di suatu lingkungan seperti saya, STTI NIIT I-Tech mampu mendapat nilai plus dari saya sebagai Mahasiswa terlebih kepada para penghuninya.

 

 

 

Jurusan di STTI NIIT I-Tech

 

 

 

Untuk Jurusan di STTI NIIT I-Tech ada Sistem Informasi dan Teknik Informatika. Kedua jurusan tersebur juga terbagi lagi.

 

Di jurusan Sistem Informasi ada Sistem Informasi Enterprise dan Multimedia, sedangkan di Jurusan Teknik Informatika terbagi menjadi Networking dan Mobile Programming.

 

Selengkapnya mengenai jurusan-jurusan di atas bisa dilihat di website STTI NIIT I-Tech langsung.

 

Saya lanjut ceritakan jurusan yang saya pilih pada kampus swasta di Jakarta ini, yakni Sistem Informasi, lebih tepatnya Enterprise Information System.

 

Saya mengambil jurusan ini karena saya menghindari hal yang sifatnya terlalu membutuhkan kemampuan teknis yang mendalam seperti advance programming. Saya memilih SI Enterprise memang sesuai minat dan tujuan saya kedepannya.

 

Oh iya, tidak perlu khawatir dapat materi kuliah yang aspal, karena materi Kuliah di STTI NIIT I-Tech diadopsi dari Cisco Networking Academy (CCNA), NIIT India, Microsoft Academy, dan Arena Multimedia India

 

 

 

Biaya Kuliah STTI NIIT I-Tech

 

Biaya Kuliah i-tech

 

 

Untuk biaya kuliah saya tidak akan menilai mahal atau murah, karena soal itu relatif.

 

Tapi menurut saya dengan biaya yang saya bayar, ilmu yang saya dapat dari dosen-dosen tercinta cukup layak.

 

Untuk biayanya sendiri silahkan cek disini di situs webnya STTI NIIT I-Tech langsung, pilih dulu jurusannya di menu pada web, nanti ada informasi biaya yang bisa didownload.

 

Saya tidak bahas detail disini karena memang biaya selalu mengalami update. Jadi biaya yang saya keluarkan belum tentu sama dengan biaya Mahasiswa Baru nantinya.

 

 

 

Kekurangan STTI NIIT I-Tech

 

STTI NIIT I-tech kekurangan

 

 

Dari tadi pasti pembaca mengira saya ini sedang berlebih-lebihan membagus-baguskan penilaian atas kampus sendiri.

 

Tenang! Kekurangan kampus swasta di Jakarta akan saya bahas juga kok. Masa iya kalau Universitas sebesar Harvard aja masih ada kekurangannya, STTI NIIT I-Tech tidak ada.

 

Kekurangannya antara lain adalah dari segi biaya.

 

‘Biaya terkesan mahal’, tapi itu saya kemukakan sebelum saya masuk STTI NIIT I-Tech, karena saya membandingkan dengan kampus-kampus murah seperti Universitas Pamulang, Unindra, UT, BSI, dsb.

 

Tapi setelah saya masuk, biaya yang saya bayar justru menurut saya cukup masuk akal mengingat apa-apa yang saya bahas di atas. Seperti birokrasi yang tidak sulit, penghuninya yang friendly dan kolaboratif, cara mengajar dosen yang implementatif dan lainnya.

 

STTI NIIT I-Tech ibarat perumahan ratusan juta di daerah yang harga pasaran tanahnya masih puluhan juta. Kalau dilihat hanya dari harga rumahnya memang jauh lebih mahal dibanding rumah-rumah di lingkungan non-perumahan.

 

Tapi setelah masuk kita baru sadar bahwa kita gak cuma beli rumah, tapi juga beli lingkungan, kenyamanan dan keamanan di perumahan tersebut.

 

Kekurangan lainnya ada di nama kampus I-Tech itu sendiri. Masih banyak yang merasa nama itu asing di telinganya.

 

Contoh kasus ketika saya ditanya teman-teman kantor saya yang notabene orang digital “Kuliah dimana bro?” , ketika saya jawab “di I-Tech” mereka pasti balik nanya “Dimana tuh?”.

 

Mungkin karena sebab itulah biaya kuliah di I-Tech akan dianggap cenderung mahal, karena orang cenderung akan membandingkan dengan kampus murah yang sudah punya nama seperti Unpam, Unindra, BSI, UT dan semacamnya.

 

Tapi pihak kampus tidak tinggal diam kok untuk urusan kurang tenarnya Nama ITech ini. Upaya yang dilakukan juga cukup maksimal, seperti misalnya bekerjasama dengan Huawei ICT Academy, mengadakan Seminar Online yang bisa diikuti secara umum, ikut pameran pendidikan, pernah juga saat saya sedang beli gorengan, saya melihat spanduk dan flyer STTI NIIT I-Tech di tiang listrik dan di pagar di belakang gerobak abang gorengannya. hehehe

 

Untuk itu jugalah saya membuat review ini, jadi ketika ada teman yang bertanya saya kuliah dimana? Saya tinggal berikan link artikel ini.

 

Nah untuk kekurangan terakhir, sebenarnya ini bukan kekurangan sih ya, tapi lebih ke ketidaksesuaian dengan behaviour Kebanyakan Mahasiswa yang taunya cuma bayaran, kuliah, lulus seperti saya. hehehe

 

Jadi pihak STTI NIIT I-Tech selalu ingin Mahasiswa terlibat dan berkontribusi untuk kemajuan kampus I-Tech. Mungkin ekspektasinya kepada Mahasiswa terlalu luas, kesannya seperti berharap ada kolaborasi antara Mahasiswa X ITech gitu.

 

Sebenarnya Bagus kan ya? Hanya mungkin belum sesuai saja sama mental kita para anak muda yang mimpinya jadi Bos. Mental orang kita mah kan kebanyakan begitu. Kalo udah kita bayar jangan suruh kita kerja juga dong. hehehe

 

Sepertinya review akan saya update lagi nanti, entah kapan, mungkin setelah saya lulus. Sementara itu dulu review saya tentang kampus sendiri.

 

Untuk yang mau tau lebih mendalam tentang sejarah kampus STTI NIIT I-Tech ini bisa di baca di Wikipedia langsung atau cek di websitenya langsung.

 

Itu dulu informasi dari saya. Walaupun tulisan ini adalah tulisan yang paling banyak “Hehehe” nya di blog saya, saya tetap berharap semoga informasi yang ada di blog Mahasiswa kelas karyawan STTI NIIT I-Tech ini bermanfaat buat kalian yang lagi cari Informasi dan review jujur tentang STTI NIIT I-Tech dan bermanfaat untuk STTI NIIT I-Tech itu sendiri.

get_template_part(‘content’, get_post_format() );endwhile the_post_pagination(); ✔ Berbagi Pengalaman Cara Saya Membuat Podcast di Spotify Dengan Sangat Mudah

✔ Berbagi Pengalaman Cara Saya Membuat Podcast di Spotify Dengan Sangat Mudah

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan pengalaman bagaimana cara saya membuat podcast di Spotify dengan sangat mudah.

Cara ini tidak serumit cara-cara lain yang banyak beredar di Internet.

Berikut ini cara membuat podcast untuk Spotify yang saya lakukan:

 

 

 

Siapkan Akun Anchor.fm

 

Inilah hal yang saya lakukan pertama kali untuk membuat podcast di Spotify, Yakni membuat akun di platform anchor.fm.

Jika anda telah memiliki akun Anchor Podcast kemudian meng-upload anda disana, maka podcast anda akan otomatis terdistribusi ke Spotify.

Yup, benar! Otomatis terdistribusi ke Spotify dengan hanya menguploadnya di Anchor Podcast

 

 

Cara Membuat Akun di Anchor Podcast

 

Daftar Anchor fm

  • Masuk ke halaman https://anchor.fm
  • Klik “Get Started” di bagian pojok kanan atas
  • Scroll ke bawah hingga terlihat bagian form “Create Your Account”
  • Isi nama lengkap, email dan password, kemudian centang bagian “Saya bukan robot
  • Klik Sign up
  • Setelah berhasil, jangan lupa buka email anda untuk memverifikasi pendaftaran di anchor

Selain melalui website, anda juga dapat menggunakan aplikasi anchor.fm yang bisa anda donwload di PlayStore maupun App Store

 

Play Store
Anchor - Make your own podcast
Anchor - Make your own podcast

App Store
‎Anchor – Podcast erstellen
‎Anchor – Podcast erstellen

 

 

Setup Akun Anchor

 

setup akun

  • Pastikan anda telah login di Anchor dan berada pada kolom Dashboard
  • Di bagian Set up your podcast podcast klik “Go to podcast setup”
  • Isi data Podcast name, Podcast Description, Podcast Category dan Language
  • Klik Continue
  • Pilih kemudian Upload Cover Art & Klik “Update Cover Art”
  • Klik tombol ikon kembali 2x
  • Pilih “Yes distribute my podcast”
  • Pilih “Ok thanks”

 

Persiapan Recording Audio

 

Sebelum mengupload audio di Anchor.fm, tentu anda harus mempersiapkan file audio tersebut. Berikut hal yang harus anda persiapkan untuk recording audio

  • Narasi / Tema Podcast
  • Alat Rekaman
  • Gambar Untuk Art Cover Podcast (Square: 500px X 500px)
  • Software Audio Editing (Jika Ada)

Tentukan narasi dari podcast yang ingin anda buat jika anda sendirian dalam mengisi konten podcast.

Jika anda ingin isi dari podcast anda adalah mengobrol dengan lawan bicara, tentukan tema yang ingin dibicarakan pada podcast anda

Untuk cover gambar sebaiknya juga anda persiapkan di awal. Gunakanlah gambar-gambar tanpa unsur copyright yang bisa anda download gratis di situs web seperti freepik.com atau pixabay.com

Untuk alat rekaman dan software audio editing, anda tidak perlu khawatir jika anda belum memiliki alat dan software yang memadai.Karena anda bisa memulainya hanya dengan menggunakan smartphone yang anda punya serta aplikasi voice recording atau merekam dan mengeditnya langsung melalui aplikasi Anchor di smartphone anda.

 

 

Mulai Rekam Audio Anda

 

rekaman audio

 

Cara saya merekam audio untuk podcast adalah menggunakan software editing audio seperti Audacity yang bisa didownload secara gratis.

Untuk kamu yang hanya memiliki smartphone, kamu tidak perlu khawatir!

Karena seperti yang saya singgung sebelumnya, kamu bisa memulai dengan merekam dan mengeditnya langsung di smartphone melalui aplikasi Anchor yang terinstall di smartphone kamu.

 

 

Upload & Publish Audio Podcast Anda

 

Setelah anda menyelesaikan rekaman audio podcast anda. Anda bisa mengupload serta mempublikasinya melalui Platform Anchor dan Podcast anda siap didistribusikan ke Spotify secara otomatis oleh Anchor.

 

Cara Upload Audio di Anchor

upload audio podcast

  • Login ke platform Anchor
  • Klik New Episode di pojok kanan atas pada Layar PC
  • Pilih “Click to upload or drag files here”
  • Pilih File Audio Anda
  • Tunggu Proses Upload hingga Selesai
  • Klik “Save episode”

 

Cara Publish Audio di Anchor

publish podcast - Cara Membuat Podcast di Spotify

  • Setelah klik “Save Episode” anda akan dibawa ke halaman pre-publish
  • Isi judul episode (episode title)
  • Isi episode description
  • Tentukan tanggal podcast akan Publish, pilih reset now jika ingin publish saat itu juga
  • Isi season number (Sebelumnya tentukan dahulu mau ada berapa episode per season)
  • Isi episode number sesuai dengan jumlah episode
  • Upload cover art sesuai yang telah ditentukan kemudian klik save
  • Tentukan tipe episode apakah hanya trailer, bonus atau full
  • Tentukan tipe konten, anda bisa pilih “explicit” jika pembahasan anda 18+ misalnya
  • Scroll ke atas
  • Klik “Publish Now”

 

Jika anda telah mengikuti instruksi diatas, selamat! anda telah mem-publish podcast anda.

Anda tinggal tunggu sebentar Anchor mendistribusikan podcast anda ke Spotify dan biasanya Anchor akan memberikan notifikasi melalui email jika podcast anda telah di-distribusi ke Spotify.

Atau anda bisa cek sendiri dengan mengetikan nama podcast / Judul podcast di Spotify langsung.

 

 

Berikut Contoh Podcast Di Spotify

 

 

Itulah cara saya membuat podcast di spotify melalui platform Anchor Podcast. Semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca Bachri.com yang ingin mulai memproduksi konten podcast sendiri.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman, kerabat atau keluarga kalian. Barangkali diantara mereka ada yang ingin membuat podcast-nya sendiri dan belum menemukan caranya.